Jum'at 9 Desember 2016
Pukul 13.00 waktu Singapura, pesawat Air Asia yang gw naiki mendarat dengan mulus di Changi International Airport.
Yess, Akhirnya gw bisa merasakan udara negeri orang!! Yeay!!!
Sorry ya norak soalnya ini kali pertama gw jalan - jalan ke luar negeri, so gw sungguh sangat excited sekali. Bahkan tragedi penyitaan sabun cair di Soeta lenyap tak berbekas saat kaki gw menyentuh lantai Changi Airport.
WOW
Cuma itu kata yang bisa terucap dari mulut gw saat masuk ke area Changi Airport. Sungguh ini adalah bandara terbaik yang pernah gw datengin (ya iyalah, berkali - kali dapet gelar Bandara Terbaik gitu loh). I mean dibandingkan Hong-Kong atau Incheon yang notabene nya sekelas, entah kenapa gw lebih suka dengan Changi ini.Selain ukurannya yang super guede, area bandara ini sangat bersih dan semuanya serba teratur, banyak banget spot menarik untuk dijadikan tempat cuci mata dan juga foto - foto!!!. Seperti halnya boneka Snorlax ini!!, Singapura sepertinya sangat paham bagaimana membuat para turis nyaman dan senang berada di negara mereka, salute dah, TOP!!
Ok cukup ya untuk review changinya, nanti bakal gw share lebih lanjut di postingan gw selanjutnya. Jadi setelah kita melakukan proses ini itu di imigrasi, kita (gw dan teman - teman perjalanan gw) segera keluar dari bandara dan berencana pergi ke hotel tempat kami menginap. Kami sudah membeli voucher menginap di daerah Geylang (Baru tau ini ternyata kaya gang doli, atau kawasan kali jodo kalau di Indo, jadi semacam hiburan malam gitu).
Bebekal hasil riset beberapa hari sebelum keberangkatan, kami memilih naik MRT untuk bisa sampai di hotel. MRTnya ada di terminal 2, jadi kita harus naik sky tain untuk bisa ke sana.
Sampai di stasiun MRT, saya langsung beli kartu EZ-Link semacam Flazz / E-money kalau di Indonesia, total 30 SGD dengan total saldo 25 SGD. Ada kejadian menarik waktu saya dan teman - teman beli kartu Ez-Link ini. Jadi saat teman saya mau bayar, nah dia kan ngeluarin uang 50 SGD dari dompet, tapi gak tau gimana itu uang malah jadi robek. Iya beneran robek dan terbagi jadi 2. Melihat hal itu temen gw langsung panik lah ya, 50 SGD gitu loh, tapi dengan baiknya ibu2 yang jaga di loket menerima uang robek tersebut. Membuat temen gw yang wajahnya sudah pucat kembali berwarna. Setelah Ez-Link didapat, kami langsung menunggu kereta yang menuju ke arah Geylang, tepatnya stasiun Al-Junied. Tak lama kereta kami datang dan kami segera naik. Kami memilih berdiri di rangkaian paling depan dan ketika masuk gw dibuat takjub karena ini kereta ga ada masinisnya. Iya GAK ADA MASINISNYA. Jadi kayaknya dikendalikan oleh sistem gitu, dan gw lebih salute lagi bisa presisi tepat waktu!!, gak kurang / lebih satu menit pun. Ok, balik lagi ke jadwal gw, setelah kita sampai statsiun Tanah Merah, kita pindah dan langsung naik kereta yang ke arah stasiun Al-Junied. Tak lama sampailah gw di stasiun Al Junied ini, ternyata yang turun ga terlalu banyak jadi gw masih bisa dengan leluasa memandangi sekitar. Di area stasiun banyak terdapat toko2 mulai dari Guardian, 7-11, sampai warung makan semacam warteg gitu (yang kedepannya jadi tempat kami makan selama di SG). Terus berbekal GPS, kami mulai menyusuri jalanan di kota Singapura ini menuju hotel tempat kami menginap.
Hotel tempat gw menginap adalah Hotel Fragrance. Hotel yang jujur lumayan bagus dengan harga 1.3an per malam untuk 3 orang. Kamarnya lumayan besar dengan fasilitas lengkap. Hari pertama kami mendapat kamar dengan 2 King Size bed yang jujur guede banget buat dipakai bertiga hahaha. Terus dapet fasilitas air minum gratis 3 botol sehari dan juga compliment kaya teh dan kopi gitu, standard lah ya. Tapi yang bikin gw seneng sama hotel ini adalah, gw mendapatkan kamar dengan jendela dan view nya oke punya!!! Infonya di Singapura jarang banget loh hotel yang punya banyak jendela gini, biasanya buka jendela mentok tembok. Untuk hari kedua dan ketiga kita dapat kamar dengan ranjang tingkat, jadi gw tidurnya di atas (kasur single bed) sementara teman - teman gw tidur di kasur King Size yang ada di bawahnya.
Gw dan teman - teman menghabiskan waktu 1 jam untuk istirahat dan mandi serta beberes sebentar. Sore hari sekitar jam 6 sore waktu singapura kami keluar hotel untuk pergi ke area Bugis. Sebelumnya gw udah searching dan mendapat info bahwa Bugis ini daerah yang banyak menawarkan oleh - oleh dengan harga lumayan terjangkau dan ramah buat kantong. Jadilah kami berencana belanja oleh - oleh di sana. Cara ke Bugis cukup mudah dan dekat dari stasiun Aljunied. Stasiun MRT Bugis ada di dalam sebuah Mall yang cukup besar. Di dalam mallnya sendiri banyak terdapat booth dari berbagai jenis barang,kebanyakan baju sih. Tapi yang jadi incaran kami bukan yang di dalam mallnya, melainkan yang ada di pinggiran jalannya. Jadi kami keluar dan menyebrang ke arah kawasan yang tampak banyak wisatawan serta lapak pedagangnya. Begitu sampai di tempat itu, senyum kami pun merekah, benar saja harga barang - barang di sini cukup terjangkau. Tas khas singapore (yang ada tulisan I love SG) dibanderol seharga $2 saja, bahkan ketika saya tawar saya dapat 6 pcs untuk $10 nya. Untuk kaos / baju juga harganya beragam tergantung dari kualitas, untuk kualitas yang bagus harganya rata - rata $10 per pcs, tapi kalau untuk sekedar oleh - oleh kamu bisa membeli kaos seharga $10 for 3 pcs.
Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk belanja, mulai dari tas, baju, pernak pernik, key chain, dan macam - macam, total kami belanja hampir $60 - $70 per-orang (kalap coy). Setelah sadar bahwa barang bawaan kami sudah banyak, kami akhirnya memutuskan untuk pulang ke hotel, karena kami sadar kami harus mengumpulkan tenaga untuk petualangan keesokan hari -nya. Jadi berbekal barang belanjaan seadanya (baca : masing - masing 2 tas besar), kami segera bertolak kembali ke Aljunied. Sampai di stasiun perut kami mulai menyanyikan hymne kelaparan, maka kami berencana mencari tempat makan halal untuk mengisi perut. Kebetulan di bawah stasiun Al-Junied kami mendapati sebuah kedai / warung makan yang menawarkan makanan halal. Nama rumah makannya Dapur Nenek, so melayu kan yaa. Ketika intip - intip harga, ternyata harganya murce alias murah pake banget. Sepaket nasi ayam / chiken rice harganya $2,3 saja, yah standar lah sama kaya di jakarta. Lauknya lumayan, ada 3 pilihan bisa pilih sosis, ayam karage, atau sayap ayam goreng, ditambah telur mata sapi dan mentimun. Ketika dicicip rasanya oke lah, worth to buy pokoknya, dan ini jadi tempat makan langganan kami selama kami di Singapura. Setelah makan kami membeli minum di kedai jus sebelahnya, harga jus nya sama rata yakni $1, tapi oh tapi mereka nggak pakai buah asli, melainkan hanya sirup / perasa identik alami dan gula saja. Tapi lumayan lah untuk mengobati dahaga, karena jujur harga air mineral lebih mahal dari jus ini.
Setelah puas mengisi perut kami segera balik ke hotel untuk beristirahat. Menyiapkan diri karena besok kami membutuhkan banyak energi untuk bertualang :)
Pukul 13.00 waktu Singapura, pesawat Air Asia yang gw naiki mendarat dengan mulus di Changi International Airport.
Yess, Akhirnya gw bisa merasakan udara negeri orang!! Yeay!!!
Sorry ya norak soalnya ini kali pertama gw jalan - jalan ke luar negeri, so gw sungguh sangat excited sekali. Bahkan tragedi penyitaan sabun cair di Soeta lenyap tak berbekas saat kaki gw menyentuh lantai Changi Airport.
WOW
Cuma itu kata yang bisa terucap dari mulut gw saat masuk ke area Changi Airport. Sungguh ini adalah bandara terbaik yang pernah gw datengin (ya iyalah, berkali - kali dapet gelar Bandara Terbaik gitu loh). I mean dibandingkan Hong-Kong atau Incheon yang notabene nya sekelas, entah kenapa gw lebih suka dengan Changi ini.Selain ukurannya yang super guede, area bandara ini sangat bersih dan semuanya serba teratur, banyak banget spot menarik untuk dijadikan tempat cuci mata dan juga foto - foto!!!. Seperti halnya boneka Snorlax ini!!, Singapura sepertinya sangat paham bagaimana membuat para turis nyaman dan senang berada di negara mereka, salute dah, TOP!!
Ok cukup ya untuk review changinya, nanti bakal gw share lebih lanjut di postingan gw selanjutnya. Jadi setelah kita melakukan proses ini itu di imigrasi, kita (gw dan teman - teman perjalanan gw) segera keluar dari bandara dan berencana pergi ke hotel tempat kami menginap. Kami sudah membeli voucher menginap di daerah Geylang (Baru tau ini ternyata kaya gang doli, atau kawasan kali jodo kalau di Indo, jadi semacam hiburan malam gitu).
Bebekal hasil riset beberapa hari sebelum keberangkatan, kami memilih naik MRT untuk bisa sampai di hotel. MRTnya ada di terminal 2, jadi kita harus naik sky tain untuk bisa ke sana.
Sampai di stasiun MRT, saya langsung beli kartu EZ-Link semacam Flazz / E-money kalau di Indonesia, total 30 SGD dengan total saldo 25 SGD. Ada kejadian menarik waktu saya dan teman - teman beli kartu Ez-Link ini. Jadi saat teman saya mau bayar, nah dia kan ngeluarin uang 50 SGD dari dompet, tapi gak tau gimana itu uang malah jadi robek. Iya beneran robek dan terbagi jadi 2. Melihat hal itu temen gw langsung panik lah ya, 50 SGD gitu loh, tapi dengan baiknya ibu2 yang jaga di loket menerima uang robek tersebut. Membuat temen gw yang wajahnya sudah pucat kembali berwarna. Setelah Ez-Link didapat, kami langsung menunggu kereta yang menuju ke arah Geylang, tepatnya stasiun Al-Junied. Tak lama kereta kami datang dan kami segera naik. Kami memilih berdiri di rangkaian paling depan dan ketika masuk gw dibuat takjub karena ini kereta ga ada masinisnya. Iya GAK ADA MASINISNYA. Jadi kayaknya dikendalikan oleh sistem gitu, dan gw lebih salute lagi bisa presisi tepat waktu!!, gak kurang / lebih satu menit pun. Ok, balik lagi ke jadwal gw, setelah kita sampai statsiun Tanah Merah, kita pindah dan langsung naik kereta yang ke arah stasiun Al-Junied. Tak lama sampailah gw di stasiun Al Junied ini, ternyata yang turun ga terlalu banyak jadi gw masih bisa dengan leluasa memandangi sekitar. Di area stasiun banyak terdapat toko2 mulai dari Guardian, 7-11, sampai warung makan semacam warteg gitu (yang kedepannya jadi tempat kami makan selama di SG). Terus berbekal GPS, kami mulai menyusuri jalanan di kota Singapura ini menuju hotel tempat kami menginap.
Hotel tempat gw menginap adalah Hotel Fragrance. Hotel yang jujur lumayan bagus dengan harga 1.3an per malam untuk 3 orang. Kamarnya lumayan besar dengan fasilitas lengkap. Hari pertama kami mendapat kamar dengan 2 King Size bed yang jujur guede banget buat dipakai bertiga hahaha. Terus dapet fasilitas air minum gratis 3 botol sehari dan juga compliment kaya teh dan kopi gitu, standard lah ya. Tapi yang bikin gw seneng sama hotel ini adalah, gw mendapatkan kamar dengan jendela dan view nya oke punya!!! Infonya di Singapura jarang banget loh hotel yang punya banyak jendela gini, biasanya buka jendela mentok tembok. Untuk hari kedua dan ketiga kita dapat kamar dengan ranjang tingkat, jadi gw tidurnya di atas (kasur single bed) sementara teman - teman gw tidur di kasur King Size yang ada di bawahnya.
Gw dan teman - teman menghabiskan waktu 1 jam untuk istirahat dan mandi serta beberes sebentar. Sore hari sekitar jam 6 sore waktu singapura kami keluar hotel untuk pergi ke area Bugis. Sebelumnya gw udah searching dan mendapat info bahwa Bugis ini daerah yang banyak menawarkan oleh - oleh dengan harga lumayan terjangkau dan ramah buat kantong. Jadilah kami berencana belanja oleh - oleh di sana. Cara ke Bugis cukup mudah dan dekat dari stasiun Aljunied. Stasiun MRT Bugis ada di dalam sebuah Mall yang cukup besar. Di dalam mallnya sendiri banyak terdapat booth dari berbagai jenis barang,kebanyakan baju sih. Tapi yang jadi incaran kami bukan yang di dalam mallnya, melainkan yang ada di pinggiran jalannya. Jadi kami keluar dan menyebrang ke arah kawasan yang tampak banyak wisatawan serta lapak pedagangnya. Begitu sampai di tempat itu, senyum kami pun merekah, benar saja harga barang - barang di sini cukup terjangkau. Tas khas singapore (yang ada tulisan I love SG) dibanderol seharga $2 saja, bahkan ketika saya tawar saya dapat 6 pcs untuk $10 nya. Untuk kaos / baju juga harganya beragam tergantung dari kualitas, untuk kualitas yang bagus harganya rata - rata $10 per pcs, tapi kalau untuk sekedar oleh - oleh kamu bisa membeli kaos seharga $10 for 3 pcs.
Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk belanja, mulai dari tas, baju, pernak pernik, key chain, dan macam - macam, total kami belanja hampir $60 - $70 per-orang (kalap coy). Setelah sadar bahwa barang bawaan kami sudah banyak, kami akhirnya memutuskan untuk pulang ke hotel, karena kami sadar kami harus mengumpulkan tenaga untuk petualangan keesokan hari -nya. Jadi berbekal barang belanjaan seadanya (baca : masing - masing 2 tas besar), kami segera bertolak kembali ke Aljunied. Sampai di stasiun perut kami mulai menyanyikan hymne kelaparan, maka kami berencana mencari tempat makan halal untuk mengisi perut. Kebetulan di bawah stasiun Al-Junied kami mendapati sebuah kedai / warung makan yang menawarkan makanan halal. Nama rumah makannya Dapur Nenek, so melayu kan yaa. Ketika intip - intip harga, ternyata harganya murce alias murah pake banget. Sepaket nasi ayam / chiken rice harganya $2,3 saja, yah standar lah sama kaya di jakarta. Lauknya lumayan, ada 3 pilihan bisa pilih sosis, ayam karage, atau sayap ayam goreng, ditambah telur mata sapi dan mentimun. Ketika dicicip rasanya oke lah, worth to buy pokoknya, dan ini jadi tempat makan langganan kami selama kami di Singapura. Setelah makan kami membeli minum di kedai jus sebelahnya, harga jus nya sama rata yakni $1, tapi oh tapi mereka nggak pakai buah asli, melainkan hanya sirup / perasa identik alami dan gula saja. Tapi lumayan lah untuk mengobati dahaga, karena jujur harga air mineral lebih mahal dari jus ini.
Setelah puas mengisi perut kami segera balik ke hotel untuk beristirahat. Menyiapkan diri karena besok kami membutuhkan banyak energi untuk bertualang :)




Komentar
Posting Komentar